Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sejarah Program Studi D4 E-Commerce Logistik

 Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia menyelenggarakan 2 PTS di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, yaitu Politeknik Pos Indonesia dan Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia. Politeknik Pos Indonesia menyelenggarakan Sembilan Prodi (semua terakreditasi B) dengan jumlah mahasiswa sebanyak 2.967 orang, jumlah dosen tetap sebanyak 95 orang, dan rata – rata rasio dosen tetap terhadap mahasiswa 1 : 31. Politeknik Pos Indonesia telah mendapatkan akreditasi Institusi peringkat B dan aktif menyampaikan laporan PD-Dikti dengan presentase 100% (2018-1).

    Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia berkedudukan di Bandung berdiri berdasarkan akta notaris nomor 12 tanggal 16 Februari 2000 dan mengalami beberapa perubahan yang dicatatkan pada akta notaris nomor 1 tanggal 24 januari 2006, akta nomor 17 tanggal 28 desember 2009, akta nomor 6 tanggal 30 januari 2012, akta nomor 18 tanggal 14 november 2016 dan akta nomor 1 tanggal 1 april 2019 yang telah disahkan melalui surat Keputusan menteri Hukum dan HAM RI nomor AHU-AH.01.06.0011160 Tanggal 9 April 2019. Sementara Politeknik Pos Indonesia berdiri berdasarkan SK Mendiknas nomor 241/E/O/2011 tanggal 17 Oktober 2011 tentang penyelenggaraan program – program studi pada Politeknik Pos Indonesia di Bandung, yang memberikan ijin penyelenggaraan program studi:
a. Teknik Informatika jenjang program Diploma Empat;
b. Akuntansi Keuangan jenjang program Diploma Empat;
c. Manajemen Perusahaan jenjang program Diploma Empat;
Dan surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 822/D/T/2009 tanggal 27 Mei 2009 tentang ijin penyelenggaraan program studi Logistik Bisnis (DIV) pada Politeknik Pos Indonesia di Bandung.

Berdasarkan data pada PD-DIKTI, Program Diploma Empat tentang Logistik saat ini diselenggarakan oleh 5 perguruan tinggi se-Indonesia adapun Program Diploma Empat E-Commerce Logistik belum ada. Dapat dikatakan bahwa prodi E-Commerce Logistik belum terkategori jenuh karena memiliki prospek yang baik.